BAB I
PENDAHULUAN
Telah umum diakui bahwa suatu
perkembangan tidak berhenti pada waktu orang mencapai kedewasaan fisik pada
masa remaja atau kedewasaan sosial pada masa dewasa awal. Selama manusia
berkembang terjadi perubahan-perubahan. Perubahan tersebut terjadi pada fungsi
biologis dan motoris pengamatan dan berpikir, motif-motif dan kehidupan afeksi,
hubungan sosial serta integrasi masyarakat.
Perkembanga berlanjut kira-kira
hingga 60 tahun (atau lebih). Para psikolog perkembangan mengidentifikasi
perkiraan adanya tiga masa perkembangan dewasa yaitu dewasa awal (20-an dan
30-an), dewasa tengah (40-an dan 50-an), dan dewasa akhir (60-an hingga
meninggal). Maka dari itu, di sini saya akan membahas mengenai perkembangan
pada dewasa awal.
1.
Apa saja transisi dari masa remaja menuju masa dewasa?
2.
Perkembangan fisik pseperti apa yang terjadi selama masa
dewasa awal?
3.
Perkembangan kognitif seperti apa yang terjadi selama
masa dewasa awal?
4.
Perkembangan sosial-emosional seperti apa yang terjadi
selama masa dewasa awal?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Masa Dewasa Awal
Perkembangan dalam
arti tumbuh, bertambah besar, mangalami diferensiasi, yaitu sebagai proses
perubahan yang dinamis pada masa dewasa berjalan bersama dengan keadaan menjadi
tua. Thomae berpendapat bahwa proses menjadi tua merupakan suatu struktur
perubahan yang mengandung berbagai macam dimensi. Saat terjadinya perkembangan,
ada beberapa macam perubahan yaitu dalam tubuh orang yang menjadi tua, dalam
kedudukan sosial, dan dalam pengalaman batinnya. Berbagai perubahan ini terjadi
selama hidup seseorang meskipun tidak harus terkait pada usia tertentu secara
eksak.
Seperti halnya sulit
untuk menentukan kapan dimulainya fase dewasa, begitu pula dirasa sulit untuk
menunjukkan kapan dimulainya proses menjadi tua. Dua kriteria yang diajukan
untuk menunjukkan akhir masa muda dan permulaan dari masa dewasa awal adalah
kemandirian dalam membuat keputusan bahkan ketika seseorang mendapatkan
pekerjaan penuh waktu yang kurang lebih tetap. Bagi sebagian orang merasa bahwa
menyelesaikan sekolah menengah atas, pindah dari rumah, dan mendapatkan karir,
masa transisi menuju masa dewasa tampak telah terjadi. Kontinuitas dan
perubahan juga terdapat dalam masa transisi dari masa remaja menuju masa
dewasa. (Monks dkk, 1999; Santrock, 1995)
Menurut Jaffrey, ia
menyimpulkan lima hal yang menandai seseorang tumbuh dewasa.
a.
Pencarian identitas, terutama dalam asmara dan pekerjaan.
b.
Ketidakstabilan dalam asmara, pekerjaan dan pendidikan.
c.
Fokus diri. Seorang yang berada dalam masa tumbuh dewasa
fokus pada diri mereka sendiri sehingga hanya sedikit mempertimbangkan
kewajiban sosial, tugas, dan komitmen terhadap orang lain.
d.
Merasa berada di tengah-tengah.
e.
Usia dengan segala kemungkinan, masa dimana individu
memiliki kesempatan untuk mengubah hidup mereka. (King, 2007)
Erikson mendiskusikan
tahap-tahap kehidupan dewasa yang diusulkan dalam hal tantangan yang dihadapi
pada setiap tahap dan konsekuensi dari berhasil atau tidaknya dalam memenuhi
tantangan tersebut. Tahapan dewasa ini merupakan kelanjutan dari tahap
perkembangan anak dan remaja. Ia merujuk pada masa dewasa awal sebagai tahap keintiman versus isolasi, tantangan ini
memasuki hubungan yang berkomitmen dan penuh cinta dengan orang lain yang
sebagian menggantikan ikatan dengan orangtua. Fase ketujuh meliputi bagian yang
terpenting dalam hidup seseorang. Dalam fase ini orang bertanggung jawab
terhadap generasi berikutnya.
Erikson dan Kivnic
menggarisbawahi pentingnya keterlibatan vital pada kenyataan sampai usia
lanjut. Seseorang harus selalu menyesuaikan diri dengan pandangan dan
pengharapan masyarakat di sekitarnya. (Lahey, 2012; Monks dkk, 1999)
2.1.2 Levinson
Menurut Levinson,
melihat transisi masa dewasa awal yang berusia 17 sampai 22 tahun. Masa dewasa
awal itu sendiri terdiri dari tiga tahap. Yang pertama adalah mengenal dengan
dunia orang dewasa (22-28 tahun). Yang kedua adalah fase kemantapan (30-40
tahun) dan yang terakhir fase permulaan dewasa madya (45-50 tahun). Secara
umum, tahap kedewasaan awal adalah tuntutan. Orang dewasa muda sering mengambil
tantangan karir, pernikahan, dan orang tua selama periode yang bersamaan. (Lahey, 2012; Monks dkk, 1999)
2.2 Perkembangan Fisik
Pada pertengahan
usia 20-an, semua fungsi tubuh telah berkembang dengan sempurna. Ketajaman
visual mencapai puncaknya dari usia 20 sampai 40 tahun. Terutama antara umur 19
sampai 26 tahun. Kesehatan juga mencapai puncaknya selama tahun-tahun tersebut.
Tercapainya kekuatan dan kecepatan puncak terjadi relatif lebih awal dibanding
dengan tercapainya keterampilan motorik dan kognitif yang lebih beragam. Dalam
masa ini juga merupakan kondisi yang paling sehat. Ada bahaya tersembunyi dalam
kemampuan fisik dan kesehatan yang puncak ini; kebiasaan yang jelek untuk
kesehatan mungkin terbentuk. Menuju bagian akhir dari masa dewasa awal,
pelambatan dan penurunan kondisi fisik mulai tampak. Dalam periode penyesuaian,
secara fisik orang mampu menghadapi dan mengatasi masalah-masalah yang selain
sukar juga paling banyak jumlahnya dalam periode ini. (Santrock, 1995; Papalia
dkk, 2008; Hurlock, 1991)
2.2.1 Nutrisi
Kebiasaan makan berperan
penting dalam penyakit jantung. Orang-orang yang mengonsumsi berbagai buah dan
sayur terutama yang kaya akan carotenoid bisa
menurunkan peluang mereka terkena penyakit jantung. Makanan yang mengandung
lemak hewani tinggi dikaitkan dengan kanker usus besar, dan kanker prostat
tetapi tidak terkait dengan kanker payudara. Konsumsi lemak meningkatkan risiko
kardiovaskular, terutama level kolestrol. Ahli kesehatan juga menyimpulkan
bahwa tingkat metabolisme penting untuk diperhitungkan dalam usaha memahami berat
badan. (Santrock, 1995; Papalia dkk, 2008)
Penyebab kelebihan berat
badan adalah kompleks dan melibatkan faktor genetik, mekanisme fisiologis,
kognitif, dan pengaruh lingkungan. Obat-obatan tidak efektif mengontrol berat
badan dalam jangka panjang. Olahraga adalah salah satu cara yang paling efektif
untuk menghilangkan berat badan. (Santrock, 1995)
2.2.2 Olahraga
Aktivitas fisik
membangun otot, menguatkan jantung dan paru-paru, menurunkan tekanan darah,
melindungi dari penyakit jantung, stroke, kanker, dan osteoporosis, meredakan
kekhawatiran dan depresi, dan memanjangkan umur. Baik olahraga dengan tingkat
sedang maupun intensif menghasilkan efek fisik dan psikologis yang penting.
Seperti rendahnya risiko penyakit jantung dan pengangguran kecemasan.
(Santrock, 1995; Papalia dkk, 2008)
2.2.3 Seksualitas
Berdasarkan penelitian
dapat diketahui bahwa wanita memiliki tingkat kemungkinan hidup yang lebih
tinggi dibandingkan pria dan tingkat kematian lebih rendah sepanjang hidup.
Panjangnya usia wanita diatribusikan kepada perlindungan genetik yang diberikan
oleh kromosom X kedua dan, sebelum monopause dari efek menguntungkan dari
hormon estrogen wanita, khususnya bagi kesehatan jantung. (Papalia dkk, 2008)
Mengacu pada survei
nasional baru-baru ini, orang Amerika tidak terlalu mengetahui tentang masalah
seks. Banyak orang dewasa dan remaja Amerika
memiliki konsep yang salah tentang seks. Sikap dan perilaku
heteroseksual menjadi semakin liberal pada abad keduapuluh, tetapi jejak dari
standart ganda seksual tetap ada. Pemilihan pasangan seksual dari jenis kelamin
yang sama tidak selalu merupakan keputusan yang tepat. Akhirnya banyak penyakit
yang timbul seperti HIV ddan AIDS yangdisebabkan karena prilaku seksual yang
tidak sehat. (Santrock, 1995)
2.3 Perkembangan Kognitif
Piaget percaya
bahwa seorang remaja dan dewasa berpikir dengan cara yang sama. Namun beberapa
ahli perkembangan percaya bahwa baru pada saat masa dewasalah individu mengatur
pemikiran operasional formal. Pemikiran pada masa dewasa cenderung tampak
fleksibel, terbuka, adaptif, dan individualistis. Hal tersebut didasarkan
kepada intuisi dan emosi serta logika untukk membantu orang-orang menghadapi
dunia yang tampak kaotis ini. Ahli perkembangan lainnya percaya bahwa hakekat
awal yang pasti dari logika remaja dan optimisme berlebihan pada kaum muda akan
menghilang di awal masa muda. Integrasi baru dari pikiran terjadi pada masa
dewasa awal. Ia berpikir bertahun-tahun masa dewasa akan menghasilkan
pembatasan-pembatasan pragmatis yang memerlukan strategi penyesuaiaan diri yang
sedikit mengandalkan analisis logika dalam pemecahan masalah. Kemampuan
kognitif kita sangat baik selama masa dewasa awal bagi sebagian orang, dan juga
menunjukkan adaptasi dengan aspek-aspek pragmatis dari kehidupan kita. (Santrock, 1995; Papalia dkk, 2008; King,
2007)
Pada waktu kaum muda
muai matang dan memasuki tahun-tahun masa dewasa, mereka mulai menyadari
perbedaan pendapat dan berbagai perspektif yang dipegang orang lain, yang
mengguncang pandangan dualistik mereka. Pemikiran dualistik mereka digantikan
oleh pemikiran beragam, saat itu individu mulai memahami bahwa orang dewasa
tidak selalu memiliki semua jawaban. Ada beberapa tahapan atau fase rentang
kehidupan perkembangan kognitif.
a.
Fase mencapai prestasi. Fase ini dimana para pemuda-pemudi
menggunakan pengetahuan untuk mendapatkan kompetensi dan independensi,
melibatkan penerapan intelektualitas pada situasi yang memiliki konsesi besar
dalam mencapai tujuan jangka panjang.
b.
Fase tanggung jawab. Para dewasa awal menggunakan pikiran
mereka untuk memecahkan masalah praktis yang berkaitan dengan tanggung jawab
terhadap orang lain. Fase ini terjadi ketika keluarga terbentuk dan perhatian
diberikan pada keperluan-keperluan pasangan dan keturunan.
c.
Fase eksekutif. Orang-orang paruh baya bertanggung jawab
terhadap sistem sosial berhadapan dengan relasi kompleks di beberapa level.
(Santrock, 1995; Papalia dkk, 2008)
2.3.1 Karir dan Kerja
Produktivitas tertinggi
dari kerja yang hebat tampaknya terjadi di usia tiga puluhan, meskipun jika dihitung
produktivitas total, hal itu tergantung pada bidangnya. Semua yang kita ketahui
tentang perkembangan karir menganjurkan bahwa orang muda seharusnya
mengeksplorasi berbagai pilihan karir. Merencanakan dan mengambil keputusan
tentang karir sering kali dikerjakan secara tidak konsisten dan ragu-ragu.
Meramalkan pilihan karir dan mendampingi individu menuju pekerjaan yang
memuaskan adalah tugas yang kompleks.
Peran perempuan telah
sangat berubah pada tahun-tahun brlakangan ini. Terjadi peningkatan yang luar
biasa pada perempuan yang menjadi pekerja. Perempuan telah meningkatkan
keberadaannya dalam pekerjaan yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki, meski
perempuan, seperti juga minoritas etnis, masih mengalami kaca pembatas dalam
memanajemen. Ketika banyak perempuan mengejar karir, mereka menghadapi masalah
yang menyangkut karir dan keluarga.
Perkawinan dengan karir ganda dapat menyebabkan keuntungan dan juga setres.
(Santrock, 1995)
2.4 Perkembangan Sosio-Emosional
Seorang psikolog
Amerika, McClelland menemukan bahwa karakteristik mereka yang kinerjanya bagus
tidak ada kaitannya dengan kemampuan kognitif. Emosi memengaruhi kesuksesan
bukan barang baru, dan tidak hanya terbatas pada orang dewasa. Istilah emotional intelligence (EI) merujuk
kepada kemampuan untuk mengenali dan menghadapi perasaan sendiri dan perasaan
orang lain. EI tampak mendasari berbagai kompetensi yang mengkontribusikan
fenomena efektif pada saat bekerja. Berbagai kompetensi ini menurut Goleman
berada di bawah kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, dan manajemen
relasi. (Papalia dkk, 2008)
Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi partisipasi sosial pada masa dewasaawal, diantaranya mobilitas
sosial, status sosial ekonomi, lamanya tinggal di suatu kelompok masyarakat, kelas
sosial, lingkungan, jenis kelamin, umur kematangan seksual, urutan kelahiran
dan agama. (Hurlock, 1991)
2.4.1 Perkembangan Moral
Dua pengalaman yang
memacu perkembangan moral pada masa dewasa awal adalah menghadapi nilai yang
bertentangan dengan nilai yang sudah dianut di rumah dan pengalaman dalam
bertanggung jawab terhadap kesejahteraan orang lain. Pengalaman mungkin
mengarahkan orang dewasa untuk mengevaluasi kembali kriteria mereka tentang
benar dan salah. Sebagian orang dewasa secara spontan menyebut pengalaman
personal sebagai alasan jawaban mereka terhadap dilema moral. (Papalia dkk,
2008)
2.4.2 Daya Tarik, Cinta, dan Hubungan Dekat
Kemiripan merupakan
salah satu faktor yang mendahului hubungan dekat. Kita suka berhubungan dengan
individu yang memiliki kesamaan dengan kita.
Berscheid percaya bahwa
cinta memiliki empat bentuk yaitu altruisme, persahabatan, cinta yang romantis
atau bergairah, dan cinta yang romantis terjadi setiap kita mengatakan “jatuh
cinta”; ini mencakup gairah, seksualitas, dan campuran emosi, beberapa
diantaranya mungkin bersifat negayif. Cinta yang penuh afeksi adalah lebih
penting pada waktu hubungan semakin lama.
Gender individu, sejarah
attachement, harga diri dan keterampilan sosial sering dikaitkan pada kesepian.
Transisi menuju perguruan tinggi adalah waktu ketika seseorang seringmengalami
kesendirian.
2.4.3 Pernikahan dan Keluarga
Terdapat enam fase
siklus kehidupan keluarga mencakup meninggalkan rumah dan menjadi orang dewasa
yang hidup sendiri, bergabungnya keluarga melalui pernikahan, menjadi orang tua
dan keluarga dengan anak, keluarga dengan remaja, keluarga dengan kehidupan
usia tengah baya, dan keluarga pada kehidupan usia lanjut.
Meskipun orang dewasa
yang telah hidup sendiri lebih lama dan tingkat perceraian tinggi, kita masih
menunjukkan keinginan yang tinggi untuk menikah. Usia dimana seseorang menikah,
harapan tentang bagaimana seharusnya pernikahan itu, dan perjalanan perkembangan
pernikahan mungkin berbeda-beda tidak hanya antara berbagai waktu tertentu,
tetapi juga di antara kebudayaan-kebudayaan.
Untuk sebagian orang,
peran orang tua telah direncanakan dan diatur. Bagi sebagian yang lain, hal itu
adalah kejutan dan kadang sebuah kekacauan. Terdapat banyak mitos tentang peran
menjadi orang tua, diantaranya adalah mitos bahwa dengan melahirkan seorang
anak akan menyelamatkan pernikahan yang gagal. Keluarga menjadi semakin kecil,
dan sebagian perempuan menunda memiliki anak sampai mereka mapandalam karir.
Ada beberapa keuntungan memiliki anak lebih awal, dan juga keuntungan memiliki
anak terlambat.(Santrock, 1995)
BAB III
KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa
perkembangan diarti tumbuh, bertambah besar, mangalami diferensiasi, yaitu
sebagai proses perubahan yang dinamis pada masa dewasa berjalan bersama dengan
keadaan menjadi tua. Menurut banyak peneliti, peralihan antara masa remaja menuju
dewasa sulit untuk menunjukkan kapan dimulainya.
Banyak hal yang
mengalami perubahan seiring dengan perkembangan menuju kedewasaan. Dari segi
fisik, masa dewasa awal merupakan puncak kesejahteraan kesehatan dimana tubuh
berperan sangat baik untuk kesehatan. Dari segi kognitif beberapa ahli
perkembangan percaya bahwa baru pada saat masa dewasalah individu mengatur
pemikiran operasional formal. Pemikiran pada masa dewasa cenderung tampak
fleksibel, terbuka, adaptif, dan individualistis. Dari segi sosio-emosional
adalah bagaimana kemampuan memahami dan mengatur emosi; komponen penting para
perilaku yang efektif dan cerdas.
DAFTAR PUSTAKA
Hurlock,
E. B. (1991). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan.
Jakarta: Erlangga.
King,
L. A. (2007). Psikologi Umum Sebuah PandanganApresiatif. Jakarta:
Salemba Humanika.
Lahey,
B. B. (2012). Psychology An Introduction. New York: McGraw-Hill
Companies.
Monks,
F. J. (1999). Psikologi Perkembangan Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Papalia,
D. E., & dkk. (2008). Human Development Psikologi Perkembangan.
Jakarta: Kencana.
Santrock,
J. W. (1995). Life-Span Develoment Perkembangan Masa Hidup. Jakarta:
Erlangga.
Semoga dapat bermanfaat untuk para pembaca yaa....
Semoga dapat bermanfaat untuk para pembaca yaa....

Wooow sangat lengkapp terimakasih banyaak
ReplyDeleteDitunggu yaa blog slanjutnya ^^
ReplyDeletemakalahnya bagus, bisa jadi bahan tugas ;)
ReplyDeleteTerimakasih banyak, bisa jadi bahan referensi dalam mengerjakan tugas.
ReplyDeleteWaah sangat menambah wawasan
ReplyDeleteWahhh, materinya sama seperti yang saya bahas, jadi menambah ilmu dan wawasan. Terimakasih yaaa
ReplyDeleteKonten nya bagus, lanjutkan plend
ReplyDeleteBagusss 💕
ReplyDeletebagus. sumbernya juga jelas. tengkyu ya~~
ReplyDeleteBagus nih bisa untuk referensi tugas saya
ReplyDeleteWoww menarik sekalii
ReplyDelete