Skip to main content

Psikologi Pendidikan

Selamat Datang Di Blog Tahri, Pengunjung Dimohon Senyum Sembari Membacanya....

Kali ini saya akan memposting makalah mengenai psikologi pendidikan. Kita semua tau bahwa pendidikan itu sangat bermanfaat untuk masyarakat luas, maka dari itu kita harus mengetahui apa yang harus kita lakukan untuk mengajarkan kepada para siswa agar ilmu yang mereka dapatkan benar-benar berguna di kemudian hari. Selamat membaca^^




BAB II
PEMBAHASAN

                 Bidang psikologi pendidikan dibentuk oleh beberapa pelopor psikologi pada akhir abad ke-19. Ketiga pelopor tersebut ialah William James, John Dewey dan E. L. Thorndike yang sangat terkenal pada awal sejarah psikologi pendidikan.
                 William James berargumen bahwa eksperimen psikologi labolatorium sering kali tidak bisa memberitahu kita cara untuk mengajari anak-anak secara efektif. Ia menekankan pentingnya observasi pengajaran dan pembelajaran di dalam kelas untuk meningkatkan mutu pendidikan. John Dewey merupakan pendiri labolatorium psikologi pendidikan terbesar yang pertama di Amerika Serikat. Ia meyakini bahwa anak sebagai pembelajar yang aktif. E. L. Thorndike berargumen bahwa salah satu tugas yang paling penting dari pendidikan yang diterima di sekolah adalah untuk mengasah keterampilan pemikiran anak-anak, dan ia sangat unggul dalam melakukan studi ilmiah pengajaran dan pembelajaran. (Santrock, 2009)

            Seperti psikologi industri dan organisasi, psikologi pendidikan hampir sama tuanya dengan disiplin itu sendiri. Pengembangan Binet tes kecerdasan bermanfaat untuk anak-anak sekolah menjadi dasar bagi tes pendidikan. Edward Lee Thorndike dari Columbia University melakukan penelitian pada awal tahun 1900-an dari faktor yang mempengaruhi pembelajaran sekolah dan ingatan. Meskipun psikologi pendidikan adalah bidang lama, kegemparannya relatif baru berkembang. Inovasi ini menunjukkan janji dalam meningkatkan pendidikan dari semua umur dan kemampuan. Psikologi melayani pendidikan seperti profesor yang mendidik guru, perancang kurikulum sekolah, konsultan dalam mengembangkan tes program, dan psikolog sekolah untuk berkonsultasi dengan guru dan untuk menguji anak-anak yang mungkin memerlukan program pendidikan khusus. Pendidikan publik didirikan untuk mengimplementasikan filosofi Thomas Jefferson bahwa setiap warga negara Amerika harus memiliki pendidikan yang setara seperti kesempatan berpolitik. Karena warga negara membutuhkan pendidikan untuk memerintah mereka melalui institusi demokratis, diputuskan bahwa pendidikan harus tersedia untuk setiap anak Amerika daripada hak istimewa kekayaan. Inovasi terkini yang paling penting dalam psikologi pendidikan adalah menolong banyak anak mendapatkan manfaat dari waktu mereka di sekolah: penguasaan pembelajaran, metode yang efektif dalam mempelajari kerugian ekonomi anak, mengembangkan tes dari prestasi, dan integrasi anak-anak dengan tantangan psikologi dalam lingkungan kelas, dikenal dengan pengutamaan atau inklusi.

              Kita sebagai manusia belajar setiap perubahan yang relatif permanen dalam prilaku, dibawa melalui pengalaman.
              2.3.1 Classical Conditioning
       Pengkondisian klasik adalah tipe pembelajaran dimana suatu organisme belajar memahami sesuatu dengan cara mengasosiasikan atau mengaitkan stimulus. Konsep ini ditemukan oleh Ivan Pavlov. Dalam pengkondisian klasik, stimulus netral diasosiasikan dengan stimulus bermakna dan menimbulkan respon yang sama. Dalam teori ini ada 2 tipe stimulus dan 2 tipe respon. Unconditioned Stimulus (US) adalah stimulus yang menghasilkan respon tanpa adanya pembelajaran. Unconditioned Response (UR) adalah respon yang muncul tanpa dipelajari sebagai hasil dari US. Selanjutnya ada Conditioned Stimulus (CS) adalah stimulus yang sebelumnya netral yang akhirnya menghasilkan conditioned response (CR) setelah di asosiasikan dengan US. Sedangkan CR adalah respon yang dipelajari terhadap stimulus terkondisi.


            Generalisasi dalam pengkondisian klasik adalah tendensi dari stimulus baru yang sama dengan conditioned stimulus yang asli untuk menghasilkan respon yang sama. Diskriminasi adalah keadaan ketika organisme merespon stimulus tertentu tetapi tidak merespon stimulus lainnya.
                 2.3.3 Operant Conditioning
          Pengkondisian operan adalah sebentuk pembelajaran di mana konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan di ulangi.


                  2.4.1 Kognitif Sosial Bandura
              Teori kognitif sosial menyatakan bahwa faktor sosial dan kognitif, dan juga faktor perilaku, memainkan peran penting dalam pembelajaran.
Bandura mengembangkan model determinisme resiprokal yang terdiri dari tiga faktor utama : perilaku, kognitif, dan lingkungan. Faktor- faktor dalam teori kognitif sosial Bandura, antara lain:
1.          Kognisi memengaruhi perilaku
2.                   Perilaku memengaruhi kognisi
3.                   Lingkungan memengaruhi perilaku
4.                   Perilaku memengaruhi lingkungan
5.                   Kognisi memengaruhi lingkungan
6.                   Lingkungan memengaruhi kognisi
Dalam model pembelajaran Bandura, faktor person yang ditekankan Bandura pada masa belakangan ini adalah self-efficacy. Self-efficacy adalah keyakinan bahwa seseorang bisa menguasai situasi dan menghasilkan hasil positif.
            Pembelajaran observasional atau modelling adalah pembelajaran yang dilakukan ketika seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain. Model Pembelajaran Observasional Kontemporer Bandura memfokuskan pada proses spesifik yang terlibat dalam pembelajaran observasional. Proses itu adalah:
1.                   Atensi (perhatian)
2.                   Retensi
3.                   Produksi
4.                   Motivasi
            Pendekatan perilaku kognitif, penekanannya ada pada membuat murid memonitor, mengelola dan mengatur perilaku mereka sendiri, bukan mengontrol mereka melalui faktor eksternal.
Metode instruksi-diri adalah sebuah teknik perilaku kognitif yang dimaksudkan guna mengajari individu untuk memodifikasi perilaku mereka sendiri. Metode ini membantu orang mengubah apa anggapan mereka tentang diri mereka sendiri. Pembelajaran regulasi diri, memunculkan dan memonitor sendiri pikiran, perasaan dan perilaku untuk mencapai suatu tujuan.

            Pendekatan intruksi langsung untuk pendidikan didasari dari ide sederhana dan secara mendalam penting bagi pemuasan belajar, tentang bagaimana kamu akan belajar. Sesuai pendekatan langsung jalan terbaik untuk mengajar menggunakan apa yang tidak diketahui tentang prinsip-prinsip pembelajaran dan ingatan dengan langsung mengajar suatu subjek. Terutama, pendekatan instruksi langsung didukung dengan beberapa strategi:
1.      Anak-anak dipandu dalam belajar, daripada membiarkan mereka menemukan konsep dan ide dari diri mereka.
2.      Informasi hangat dan skil siswa diharapkan untuk mempelajari sorot dari mereka.
3.      Informasi hangat disajikan untuk siswa dalam hal kecil yang mudah dipahami.
4.      Siswa terkadang bertanya untuk menunjukkan apa yang mereka pelajari-baca atau menyelesaikan masalah-maka guru dapat mengevaluasi peningkatan mereka, terlebih saat ujian.
5.      Guru terkadang menyediakan bantuan positif untuk menunjukkan keakuratan, atau umpan balik untuk ketidakakuratan kinerja.
Di pertengahan 1960-an, studi metode pengajaran terbesar dan termahal dikembangkan oleh kantor pendidikan U.S untuk menguji cara baru mendidik anak yang kurang beruntung secara ekonomi. Sembilan kelompok dari peneliti diberi dana untuk merancang dan menerapkan apa yang mereka pikir menjadi progran pendidikan yang ideal dan organisasi peneliti independen mengontrak untuk mengevaluasi keefektivannya. Percobaan pendidikan besar-besaran ini melibatkan puluhan ribu anak di seluruh negeri, yang dinamai Project Follow Through. Kesembilan Follow Through sangat berbeda dalam filsafat pendidikan, dan banyak yang tidak berhasil meningkatkan kemajuan pendidikan. Proyek yang paling sukses didasari model intruksi langsung, secara konsisten mampu, bagaimanapun untuk membawa anak-anak yang kurang beruntug ke rata-rata nasional atau di atas. Kesaksian intruksi langsung adalah yang mengesankan untuk akumulasi psikologi pendidikan.

            Jika anda seorang guru, apakah kamu akan mencoba mengajari seorang anak pertambahan dan pengurangan sebelum ia belajar berhitung? Apakah anda akan mengajari trigonometri kepada seorang anak sebelum ia menguasai dasar-dasar geometri? Tidak masuk akal mengajarkan seseorang anak keterampilan baru sebelum ia mengetahui keterampilan dasarnya. Namun ini terjadi setiap hari dalam pendidikan di Amerika-­anak didorong dari satu hal ke hal lainnya sebelum mereka siap untuk maju. Mengapa? Alasannya adalah banyak sekolah dilakukan pendidikan sesuai jadwal.
            Psikolog pendidikan Benjamin Bloom adalah seorang pengkritik tentang pendekatan ini dan mengusulkan penguasaan konsep belajar. Pendekatan ini hanya menekankan bahwa anak tidak boleh maju dari satu tugas ke tugas yang lain sampai mereka benar-benar menguasai yang pertama. Sebagai contoh sekelompok siswa sekolah menengah yang terdaftar dalam kursus mekanik mobil mengevaluasi pemahamannya.  Kursus dibagi menjadi delapan unit sesuai dengan jadwal yang telah diatur sebelumnya. Para kelompok yang lain pindah dengan langkah mereka sendiri dan tidak memulai unit berikutnya sampai mereka benar-benar lulus pada unit sebelumnya. Pada akhir kursus, kelompok belajar telah belajar jauh lebih banyak dalam jumlah waktu yang sama.
            Baru-baru ini ketersediaan komputer murah yang dapat digunakan di dalam kelas memungkinkan peningkatan pada penguasaan materi yang disebut sistem bimbingan cerdas. Dalam pendekatan ini, komputer diprogam untuk melayani sebagai pengajar individual kepada siswa. Dalam kasus aritmatika, program komputer  memberikan hal baru seperti pengurangan dan meminta siswa memecahkan beberapa masalah berdasarkan aturan baru. Dalam penguasaan pembelajaran, komputer tida membiarkan siswa maju ke jenjang selanjutnya sampai benar-benar dikuasai. Tetapi metode ini juga merespon setiap kesalahan yang dibuat oleh siswa dan menyesuaikannya. Metode ini tidak saja mempermudah guru untuk bekerja dengan siswa yang berbeda tingkat penguasaan, tetapi juga memungkinkan tindakan dari setiap celah dalam proses belajar.
Taksonomi Bloom mengklasifikasikan perilaku menjadi enam kategori dari yang sederhana (mengetahui) sampai dengan yang lebih kompleks (mengevaluasi), urutannya yaitu :
a.       Pengetahuan (Knowledge )
Pengetahuan dalam pengertian ini melibatkan proses mengingat kembali hal-hal yang spesifik dan universal, mengingat kembali metode dan proses, atau mengingat kembali pola, struktur atau setting.
b.      Pemahaman (Comprehension)
Pemahaman bersangkutan dengan inti dari sesuatu, ialah suatu bentuk pengertian atau pemahaman yang menyebabkan seseorang mengetahui apa yang sedang dikomunikasikan, dan dapat menggunakan bahan atau ide yang sedang dikomunikasikan itu tanpa harus menghubungkannya dengan bahan lain.
c.       Penerapan (Application)
Di tingkat ini, seseorang memiliki kemampuan untuk menerapkan gagasan, prosedur, metode, rumus, teori, prinsip di dalam berbagai situasi. Sebagai contoh: agar teh dalam gelas cepat mendingin, maka tutup gelas harus dibuka (bidang fisika), orang perlu menyirami tanaman agar tidak layu (bidang biologi); dan jari yang terlukai harus diberi obat merah (bidang kesehatan).
d.      Analisis (Analysis)
Analisis diartikan sebagai pemecahan atau pemisahan suatu komunikasi (peristiwa, pengertian) menjadi unsur-unsur penyusunnya, sehingga ide (pengertian, konsep) itu relatif menjadi lebih jelas dan/atau hubungan antar ide-ide lebih eksplisit. Analisis merupakan memecahkan suatu isi komunikasi menjadi elemen-elemen sehingga hierarki ide-idenya menjadi jelas.
e.       Sintesis (Synthesis)
Sintesis adalah memadukan elemen-elemen dan bagian-bagian untuk membentuk suatu kesatuan. Sintesis bersangkutan dengan penyusunan bagian-bagian atau unsur-unsur sehingga membentuk suatu keseluruhan atau kesatuan yang sebelumnya tidak tampak jelas.
f.       Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi adalah menentukan nilai materi dan metode untuk tujuan tertentu.Evaluasi bersangkutan dengan penentuan secara kuantitatif atau kualitatif tentang nilai materi atau metode untuk sesuatu maksud dengan memenuhi tolak ukur tertentu.

            Pada dasarnya prestasi belajar merupakan hasil dari usaha belajar. Semakin efisien seorang siswa dalam belajar, maka semakin tinggi pula prestasi yang diperoleh. Prestasi belajar dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu diantaranya adalah motivasi dalam pembelajaran. Motivasi melibatkan proses yang memberikan energi, mengarahkan, dan mempertahankan prilaku. (Lhey, 2012; Santrock, 2011). Motivasi belajar seorang siswa juga berperan penting dalam pencapaian prestasi belajar karena motivasi merupakan sebuah dorongan yang menggerakkan siswa mau mengikuti pembelajaran atau tidak.
Ketika seorang guru memberikan motivasi belajar dalam hal memberikan hadiah bagi para siswa, ini merupakan cara yang efektif untuk memotivasi siswa berlomba-lomba dalam pembelajaran. Sebagai contoh, ketika seorang guru meminta siswanya untuk membaca satu halaman buku dan menyimpulkannya, siswa dengan iming-iming hadiah akan lebih unggul dari siwa tanpa iming-iming hadiah. Siswa dengan iming-iming hadiah akan memfokuskan pikirannya pada suatu titik ketika ia berhasil menyimpulkan bacaannya sebaik mungkin dan mendapatkan imbalan berupa hadiah. Berbeda halnya dengan siswa tanpa iming-iming hadiah yang lebih bersifat apa adanya saja dalam pengerjaan tugas.
            Motivasi ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain. Contoh, ketia seorang siswa dapat belajar dengan keras untuk sebuah ujian dengan tujuan untuk mendapatkan nilai bagus di pelajara tersebut. Motivasi Intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi hal itu sendiri. Contoh, seorang siswa belajar dengan keras untuk sebuah ujian karena ia menyukai materi pelajaran tersebut. (Santrock, 2011)

            Minat baru dalam menemukan cara yang lebih baik untuk menyiapkan siswa menjalani kehidupan dewasa dan juga mengembangkan pendekatan untuk mengevaluasi berapa banyak siswa yang telah belajar di sekolah. Dalam pengujian pendekatan tradisional , anak-anak dibandingkan satu sama lain. Misalnya tes tradisional keterampilan aritmatika yang berhubungan dengan komputer akan meminta anak-anak untuk menyelesaikan sejumlah masalah. Seorang siswa yang dapat menyelesaikan masalah dengan jumlah yang sama dengan teman sekelasnya dan juga dinilai dari sudut rata-rata akan dianggap “pada tingkat kelas”. Tujuan dari Criterion-Referenced Testing adalah untuk menentukan apakah seorang anak dapat memenuhi standart minimum dari tujuan pendidikan terntu.
            Tes ini memberikan informasi yang dibutuhkan guru untuk meningkatan pendidikan. Jika tes ini secara akurat mencerminkan tujuan pendidikan, maka nilai tes yang direferensikan dengan kriteria dapat memberikan umpan balik kepada guru tentang seberapa baik mereka mengajar.

Selama tahun 1970-an, langkah-langkah terbesar dibuat untuk anak keterbelakangan mental. Undang-undang Publik Federal yang terkenal memuat setiap anak memiliki hak untuk pendidikan umum. Ini berarti bahwa masih banyak lagi anak-anak dengan masalah emosional, dan fisik, terlepas dari kebutuhan khususnya. Undang-undang federal menyatakan bahwa anak berhak menerima pendidikan walaupun memiliki masalah emosional dan fisik di lingkungan yang tidak membatasi mereka. Ini berarti anak harus menerima bantuan pendidikan dan psikologis dalam keadaan yang mungkin untuk lingkungan sehari-hari anak-anak. Tidak baik untuk mengisolasi anak-anak dengan kebutuhan khusus di ruang terpisah untuk mendidik mereka di sekolah reguler dan memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan anak-anak lain. Sebisa mungkin, pada kenyataannya, anak-anak dengan kebutuhan khusus harus tetap sama dan serupa di sekolahnya. Hal ini dikenal sebagai strategi utama, karena menjaga anak-anak tersebut dalam arus utama pembangunan sosial dan pendidikan normal.
Selain melindungi hak-hak hukum orang-orang dengan kebutuhan khusus, hukum federal juga menawarkan beberapa manfaat penting bagi semua pihak. Kita juga harus memberikan siswa dengan kebutuhan khusus kesempatan untuk belajar bagaimana masuk ke dunia anak muda tanpa ikatan disabili dan juga memberikan anak-anak tanpa kebutuhan khusus kesempatan untuk belajar langsung bahwa anak-anak dengan kebutuhan khusus juga layak memiliki teman.

Hanya segelintir bentuk belajar terbukti senantiasa efektif dan lebih sedikit masih belum pernah efektif. Riset mengenai strategi studi yang paling umum diringkaskan sebagai berikut.
a.       Membuat catatan.
b.      Menggarisbawahi.
c.       Merangkum.
d.      Menulis untuk belajar.
e.       Membuat garis besar dan memetakan.
f.       Metode PQ4R (preview / lihaat sekilas, question / tanyakan, read / baca, reflect / renungkan, recite / ungkapkan kembali, review / kaji ulang). (Slavin, 2011)


BAB III

KESIMPULAN


Dari pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa psikologi pendidikan adalah suatu cabang ilmu psikologi yang membahas tentang tingkah laku manusia dalam proses belajar-mengajar, memiliki hubungan yang erat dengan ilmu mengajar. Psikologi pendidikan merupakan hal yang membantu sekolah dalam menguji anak-anak untuk menentukan kelayakan untuk penempatan dalam program pendidikan yang berkonsultasi antara guru dan orang tua.
Motivasi dalam pembelajaran sangatlah penting dalam pencapaian prestasi yang baik. Beberapa hal yang dapat dilakukan dalam memotivasi seorang siswa adalah dengan memberikan hadiah bagi para siswa yang unggul dalam pembelajaran, mendukung pembelajaran dengan cara memberikan fasilitas yang dibutuhkan, terus memberi wejangan terhadap siswa yang dengan semua hal tersebut dapat meningkatkan semangat belajar siswa demi terwujudnya pembelajaran yang efektif dan unggul.
Hak anak yang berkebutuhan khusus dalam mengenyam pendidikan sama halnya dengan anak yang terlahir normal. Kita juga harus memberikan siswa dengan kebutuhan khusus kesempatan untuk belajar bagaimana masuk ke dunia anak muda tanpa ikatan disabili dan juga memberikan anak-anak tanpa kebutuhan khusus kesempatan untuk belajar langsung bahwa anak-anak dengan kebutuhan khusus juga layak memiliki teman.


DAFTAR PUSTAKA


Imam, G., & Anggraini Retno, P. (2015). Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran dan Asesmen Revisi Taksonomi Pendidikan Bloom. Pendidikan Dasar Dan Pembelajaran, 2(1), 98
        117. https://doi.org/10.1016/j.biortech.2007.02.007
Lahey, B. B. (2012). Psychology An Introduction. New York: McGraw-Hill Companies.
Santrock, J. W. (2009). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Salemba Humanika.
Santrock, J. W. (2011). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Salemba HUmanika.
Slavin, R. E. (2011). Psikologi Pendidikan Teori dan Praktik. Jakarta: Indeks.


---Terimakasi atas kunjungannya---






Comments

  1. Subhanallah sangat bermanfaat☺️

    ReplyDelete
  2. Makasih banyak min. Berguna jadi referensi makalah

    ReplyDelete
  3. Ilmu semua nih,makasii.. lanjutka terus yaa..

    ReplyDelete
  4. Yang buat blog ini hebat, tepi lebih hebat lagi teorinya. Blog nya sangat berguna. Untuk penulis blog, terus buat perkembangan dan berikan pembaca hal yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang baru. Chaniago hebat.

    ReplyDelete

Post a Comment